Jumat, 29 April 2011

Akhlak

Pengertian Akhlak

Dilihat dari sudut bahasa (etimologi), perkataan akhlak (bahasa arab) adalah bentuk jamak dari kata Khulk. Khulk di dalam Kamus Al-Munjid  berarti budi pekerti, perangai tingkah laku atau tabiat. Di dalam Da’iratul Ma’arif dikatakan: “akhlak ialah sifat-sifat manusia yang terdidik “.
Prof. Dr. Ahmad Amin mengatakan bahwa akhlak ialah kebiasaan kehendak. Ini berarti  bahwa kehendak itu bila dibiasakan akan sesuatu maka kebiasaan itu disebut akhlak. Contohnya, bila  kehendak itu dibiasakan memberi, maka kebiasaannya itu ialah akhlak dermawan. 
Di dalam Ensiklopedi Pendidikan dikatakan bahwa akhlak ialah budi pekerti, watak, kesusilaan (kesadaran etik dan moral) yaitu kelakuan baik yang merupakan akibat dari sikap jiwa yang benar terhadap Khaliknya dan terhadap sesama manusia. 
Secara terminology, akhlak dapat diartikan (dari beberapa pendapat para ulama’) diantaranya sebagai berikut:
  1. Imam  Al-Ghazali
  Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.
  2. Ibrahim Anis
  Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya lahirlah macam-macam perbuatan, baik atau buruk, tanpa membutuhkan pemikiran dan pertimbangan.
  3. Abdul Karim Zaidan
  Akhlak adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengan sorotan dan timbangannya seseorang dapat menilai perbuatannya baik atau buruk, untuk kemudian memilih atau meninggalkan.

     Pada zaman yang sudah agak-agak gak karuan ini, mari kita 
     besama-sama membangun/mananamkan akhlak yang baik dan kita buang jauh-jauh akhlak yang buruk pada diri kita maupun pada saudara-saudara disekitar kita,  untuk yang akhlaknya sudah banyak yang baik bisa dikembangkan minimaldipertahankan. Sebagai contoh/ suri tauladan yang baik yaitu/ baginda Nabi Muahammad SAW.

                                                                                                                                                                                                                                                          By : Admin II
 
  

Semut

Semut-semut kecil,,, saya mau Tanya,,,”sebuah lagu anak-anak yang muncul di era 1989 (udah laer belom ???). Semut??? Ngapaen sich ngomongin binatang yang cuilik mentik gitu!!!!. Eits,,,,jangan maen nyruduk dong. Ternyata nich Allah nyiptain semut2 kecil punya keunikan yang ngebuat kita ta`jub, mau tau ceritanya?? Ayo kita masuk dunia semut!!!.
Semut merupakan makhluq Allah yang hidup berkoloni. Hal ini karena satu keluarga semut terdiri dari jutaaaa`an semut. Wah gimana cara ibu semut melahirkan nich???. Dalam kerajaan keluarga semut diadakan pembagian tugas yang menentukan bagi proses kehidupan mereka. Ada yang jadi tukang jahit, petani, ada yang jadi peternak, ada yang jadi tentara. Weleh-weleh<<<<! kayak maen Empire aja.
For example, semut penjaga pintu gerbang adalah semut yang bertugas menjaga kerajaan pless mendeteksi bila ada penyusup yang masuk kerajaan. nggak semua semut boleh masuk ke kerajaan, yang boleh masuk hanyalah keluarga semut. Gimana ya cara mendeteksi semut2 itu, apa mereka juga punya KTP???he,,,he,,he,,. Ternyata penjaga pintu mengenali mereka dengan bau dan memegang antenanya. (batang kecil tipis yang menjulur keluar dari bagian atas kepala semut).
 Diantara anggota prajurit ada yang bertugas melindungi rakyat semut, berburu, dan mencari tempat baru untuk mendirikan kerajaan tambahan. Kelompok yang buncit adalah semuat pekerja. Kelompok ini terdiri dari semut betina yang mandul. Mereka menjaga ratu semut dan bayi-bayinya, membersihkan serta mengatur menu makanan. Sementara itu ada juga yang kerjaanya mencari makanan di luar kerajaan, cleaning servis, arsitek sarang. Semuanya dikerjakan tepat waktu, nggak telat. Wess, pokoknya,,,semuanya tersusun secara rapi n praktis.
Eh apakah semut-semut itu juga sekolah, kuliah tuk belajar jadi parjurit bahkan jadi arsitek kerajaan???. Kemampuan luar biasa yang dimiliki semut tentunya tidak berasal dari mereka sendiri. Mereka hanyalah makhluq-makhluq kecil. Semua kemampuan adalah hikmah dari allah. Untuk menunjukan keagungannya dan seni penciptaanya ia hanya cukup mengambil contoh binatang kecil ini. Masyaallah, wahai Allah~Q, semoga kami dapat terus menyayangmu, amin.
And ngebuat hati qta tersentuh ternyata dalam melakukan job-job pekerjaan. Mereka nggak ada yang mengeluh, bosen, ato BT. Semua dilakukan dg keikhlasan. Malahan bahagia dengan pekerjaan itu karena dapat membantu semut-semut laen. Dan juga, dalam kerajaan semut nggak ada kata saingan, bertengkar, bahkan adu jotos. Mereka suangat-ngat-ngat rukun. Nah, kamu-kamu yang masih doyan bertengkar, saingan ama temen tentu harus malu donk pada semut kecil,,!!!.
Islampun sangat menghormati semut. Semut adalah salah satu hewan yang haram tuk disakiti dan dibunuh. Bahkan dulu, pasukan raja Sulaiman berhenti sejenak tuk menghormati pasukan semut yang lagi nyeberang jalan tuk masuk dalam sarang. Makanya, kalo ketemu semut jangan maen pites-pites ato injek-injek dong. Mereka juga makhluq Allah.
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Aali 'Imraan, 3:190-191)

By : Ustadz Ishomuddin
(Edited by : Mahsun Isnaini)